
Guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan semestinya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Untuk itu, pada hari Rabu, 25-28 Januari 2012, SMA Negeri 11 Yogyakarta menyelenggarakan In House Training (IHT) “Peningkatan Kemampuan Pendidik dalam Pemenuhan SNP dan Pelaksanaan KTSP-PBKL-PSB”
IHT diselenggarakan selama empat hari dan pelaksanaannya dibagi menjadi 2 kelompok agar setiap guru peserta IHT bisa lebih maksimal dalam memahami materi. Adapun setiap kelompok mendapat kesempatan untuk mengikuti IHT selama dua hari.
Kelompok pertama, tanggal 25-26 Januari 2012 diikuti oleh sebagian guru SMA Negeri 11 Yogyakarta dengan materi:
1. Strategi Pemenuhan Standar Nasional Pendidik oleh Dra. Dwi Rini Wulandari, M.M.
2. Pengembangan Bahan Ajar dan Bahan Uji Berbasis TIK dan E-Learning dan E-Library oleh Langgeng Hadi Prayitno, ST.
3. Pendidikan Karakter dan Penampilan Pelayanan Prestasi (3P) oleh Drs. Bambang Supriyono, M.M., M.Pd.
Sedangkan kelompok kedua, tanggal 27-28 Januari 2012 juga diikuti oleh sebagian guru SMA Negeri 11 Yogyakarta dan guru-guru dari Sekolah Mitra dengan materi:
1. Pengembangan KTSP dan Implementasi Analisis Konteks Dalam Penilaian oleh Drs. Otong Bastaman, M.Pd.
2. Pendidikan Karakter dan Penampilan Pelayanan Prestasi (3P) oleh Drs. Bambang Supriyono, M.M. M.Pd.
3. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) oleh Drs. Miftakodin, M.M.
4. E-Learning dan E-Library oleh Amudiono, S.Pd.
Seluruh peserta pada kelompok pertama dan kedua sangat antusias dengan materi yang diberikan, terutama dalam pengembangan bahan ajar dan E-Learning. Walaupun materi ini bukan sesuatu yang baru, namun cukup menambah wawasan guru terutama untuk meningkatkan kemampuan IT pada saat pembelajaran. Ke depan, diharapkan pembelajaran dapat berlangsung lebih dinamis, tidak membosankan, sesuai dengan tuntutan zaman, dan disukai peserta didik karena materi yang disampaikan dapat difahami dengan lebih jelas oleh peserta didik.
Dengan kegiatan IHT ini, semoga kemampuan guru SMAN 11 Yogyakarta dan Sekolah Mitra lebih meningkat, karena dengan wawasannya yang baru guru mampu mengembangkan kreativitas pembelajaran sesuai tuntutan zaman. Tak berlebihan pula kiranya jika kita semua berharap hasil proses pembelajaran maksimal bisa diperoleh, sehingga andil guru dalam mencerdaskan bangsa terwujud. (Quinn)